Page 24 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 24
3. Hindu
Pada agama Hindu banyak sekali ajaran yang
menginspirasi manusia melakukan pelestarian
alam. Bahkan, Hindu adalah agama yang berakar
kuat di alam. Teks suci agama Hindu (Veda,
Upanishad, Bhagavad Gita, Epik) mempunya
referensi transendental yang berhubungan dengan
alam. Seperti sungai, gunung, pohon, hewan, dan
bumi.
Hindu juga mengenal teo-ekologi. Prespektif
agama Hindu teo-ekologi adalah konsepsi
pantheisme atau dikenal dengan paham
mempercayai Tuhan identik dengan dunia nyata
atau eksistensi Tuhan imanen dalam realitas
(Donder, 2010). Teoekologi Hindu memandang
bahwa Tuhan itu realitas alam semesta terdapat
pada petikan sloka dalam Chandogya Upanisad
III.14.1 yakni ‘Sarvamkhalv idam brahma’ yang
maknanya segalanya adalah Tuhan yang Maha Esa
dan pada Maitri Upanisad IV.6 menyebutkan
‘brahma khalv idam va va sarvam’ yang bermakna
sesungguhnya jagat ini adalah Brahman
(Radhakrishnan, 2008).
Pada ajaran Hindu juga dikenal dengan Tumpek
Bubuh dan Tumpek Kandang. Dua hal ini
memberikan penguatan bahwa Hindu sangat
menginspirasi umatnya untuk menjaga dan
melestarikan alam. Ajaran itu juga terdapat dalam
konsep Tri Hita Karana yakni tiga hubungan
harmonis. Umat Hindu harus harmonis dengan
Tuhan, sesama manusia, dan alam lingkungan. Jadi,
Acyutananda Wayan Gaduh menyatakan eko-
teologi umat Hindu itu memandang alam tidak
hanya sebagai ciptaan Tuhan,tetapi alam itu
sendiri Tuhan karena Tuhan meresapi seluruh
ciptaannya.

