Page 28 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 28

Sikap  manusia  terhadap  alam  haruslah  selaras


                           dengan  bagaimana  manusia  diciptakan  segambar



                           dengan Allah salam artian bahwa lingkungan yang


                           diberikan  Allah  harus  dipelihara  dengan  baik.


                           Pemanfaata                           alam               haruslah                     memperhatikan


                           bagaimana                        kemunculan                         kembalinya                        sehingga



                           dapat  dimanfaatkan  kembali  dan  berkelanjutan


                           dimasa  kini  dan  masa  mendatang.  Sebagaimana


                           yang  tertuang  dalam  Laudato  Si  :  “Memelihara



                           bumi sebagai rumah bersamakita” dan Gaudium et


                           Spes  art  76:  “Otonomi  Negara  dan  Gereja”  :


                           memajukan kesejahteraan manusia.




                     6.    Konghucu





                              Agama Khonghucu mengakui Tuhan sebagai asal-



                           usul  alam  semesta  dan  mengendalikan  sistem


                           pergerakan                        alam.              Meski               demikian,                     manusia


                           memiliki  kehendak  yang  bebas  untuk  menentukan


                           pilihan dan tanggung jawabnya atas perbuatannya



                           sendiri. San cai bersifat fisik, tidak bersifat abstrak.


                           San  cai,  agama  Khonghucu  menekankan  pada



                           tanggung  jawab  manusia  kepada  Tuhan  (Sang


                           Pencipta),  kepada  sesama  manusia,  dan  kepada


                           alam semesta. Konsep ini dikenal dengan ungkapan


                           Tian Ren He Yi (Tuhan dan manusia bersatu).





                             Sabda  Nabi  Kongzi:  “Oranglah  yang  harus


                           mengembangkan  jalan  suci,  bukan  jalan  suci  yang



                           mengembangkan  manusia.”  Lunyu  XV;29)  Xun  Zi


                           (326-  233  S.M),  secara  tegas  membedakan  antara


                           pekerjaan  Tuhan  (Tian  dao),  pekerjaan  manusia



                           (ren  dao)  dan  alam  (den  dao).  Sebagai  umat


                           Khonghucu,  manusia  harus  dapat  memahami


                           pekerjaan  Tuhan,  sebab  pemahaman  manusia



                           terhadap                       pekerjaan                       Tuhan                   akan                sangat


                           berpengaruh  pada  kehidupan  manusia  sebab


                           keterkaitan  dengan  keyakinan  akan  kebenaran


                           tindakan yang dilakukannya.
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33