Page 27 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 27
Tuhan menghendaki umat-Nya untuk menguasai
dan memanfaatkan seluruh kekayaan alam yang
telah diciptakan-Nya dengan sikap etis manusia
yang berupa tindakan pemeliharaan dan
pelestarian, dimana perintah tersebut tertulis
pada pasal 29 kitab yang sama, yang berbunyi:
“Lihatlah, aku memberikannya kepadamu segala
tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi
dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji.
Itulah yang akan menjadi makananmu”. Jadi,
dengan ikut menjaga kelestarian alam, kita dapat
menjadi saksi keagungan karya Tuhan, sesederhana
yang bisa dilakukan yaitu dengan membuang
sampah pada tempatnya, menghemat pemakaian
air, listrik, bahan bakar dan lain-lain.
Sebaiknya umat katolik dapat meneladani
bagaimana Santo Fransiskus Asisi memperlakukan
alam. Beliau menunjukkan sikap hormat pada
makhluk hidup oleh karna beliau melihat Tuhan di
dalam setiap makhluk hidup yang ditemuinya.
Sehingga seluruh hewan, tumbuh-tumbuhan dan
alam sekitar merupakan karya agung yang tak
tertandingi keindahannya dan bisa dipastikan
mengandung cinta Allah terhadap manusia melalui
keberadaan setiap makhluk disekitar. Sebagaimana
firman Tuhan dalam Kitab Mazmur 107:33-34, yang
berbunyi: “Dibuat-Nya sungai-sungai menjadi
padang gurun, dan pancaran-pancaran air menjadi
tanah yang gersang, tanah yang subur menjadi
padang asin, oleh sebab kejahatan orang-orang
yang diam didalamnya.” Tuhan menegaskan bahwa
penguasaan atas seluruh ciptaan-Nya tidak
bersifat semena-menadan tidak
bertanggungjawab. Manusia diharapkan menguasai
seluruh ciptaan Tuhan dengan dengan penuh
perhatian dan penuh kasih.

