Page 20 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 20
McFague memberi contoh tentang merekontruksi
teologi kristiani yang berpandangan manusia sebagai
anak kesayangan Allah yang layak menerima
keselamatan di surga bersama Allah. Konsekuensi
atas pandangan ini akan timbul cara pandang
manusia memiliki pembenaran untuk melakukan
segala sesuatu terhadap alam termasuk
mengeksploitasinya. Hal yang terdapat pada teologi
baru, manusia adalah pengasuh rumah tangga Allah,
yakni bumi, sama seperti adam dan hawa
diperintahkan untuk menjaga dan merawat taman
Eden (Kej.1:15). Kosekuansinya manusia itu sama
dengan makhluk Allah lainnya dan tidak terpisah
(Muda, 2020).
Dari dua konsep tentang ekoteologi di atas dapat
disimpulkan bahwa ekoteologi memiliki semangat
untuk menempatkan memposisikan Tuhan berada di
alam semesta. Artinya, alam adalah ejawantah dari
Tuhan sehingga merusak alam sama halnya merusak
Tuhan. Selain itu, ekotelogi juga mendorong agar
manusia tidak rakus dan menjadi semena-mena
dalam mengelola alam yang rerata menggunakan dalil
manusia dilahirkan untuk menggunakan alam
semesta. Dorongan teologi lingkungan ini mengubah
cara pandangan sehingga berganti menjadi manusia
bukan saja menggunakan alam melainkan merawat
alam.
B. Pandangan Agama-agama dalam Pelestarian
Lingkungan Hidup
Pandangan agama-agama terhadap melestarikan
lingkungan hidup dapat dilihat dari kitab suci. Pada
kitab suci terdapat ajaran-ajaran yang cukup jelas
tentang setiap agama memiliki semangat untuk
mengajarkan agar umatnya melestarikan lingkungan.

