Page 18 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 18

BAB III



                               KONSEP AGAMA DALAM PELESTARIAN


                                                               LINGKUNGAN









                       Agama  dan  lingkungan  hidup  pada  prinsipnya


                 memiliki  keterkaitan.  Semua    agama  memiliki  prinsip



                 ataupun  ajaran  dalam  mengelola  lingkungan  hidup.


                 Bagaiamana  hubungan  manusiadengan  alam,  masing-


                 masing agama memiliki landasanmasing-masing baik itu


                 dari  kitab  sucinyaataupun  tafsiran  dari  para  pemuka



                 agama.





                 A.   Eco-theology




                             Pandangan                         agama                 sebagai                  inspirasi                  untuk



                      pelestarian  lingkungan  hidup  berpijak  dari  sebuah


                      konsep  yang  disebutdengan  teo-echology.  Istilah  ini


                      pertama  dikenalkan  oleh  Sayyed  Hossein  Nassr,



                      ilmuan  kelahiran  Iran.  Hossen  Nassr  memantik


                      tentang  teo-ekologi  saat  dirinya  membincangkan


                      dimensi  spiritual  dari  krisis  lingkungan    pada  1965.


                      Kemudian,  di  tahun-tahun  berikutnya  gagasan  itu



                      terus  disampaikan  di    Universitas  Chicago(Hoel  &


                      Nogueira-Godsey,                                   2011).                 Pandangannya                                yang



                      akhirnya  melatar  belakangi  konsep  ekoteologi  ini


                      adalah  pendapat  tentang  terjadinya  krisis  ekologi


                      tidak  dapat  dilepaskan  dengan  krisis  religiusitas  dan


                      spiritualitas  kehidupan  manusia.  Adanya  krisis



                      religiusitas  dan  spritualitas  pada  manusia  itu  akibat


                      dari  lalai  atas  kebenaran  abadi.  Nassr  ingin


                      memberikan  peringatan  bagi  manusia  modern  pada



                      hakikatnya manusia adalah bagian integral dari alam.


                      Alam,  kata  dia,  adalah  representasi  atas  kehadiran


                      Tuhan dan manusia sebagai wakil Tuhan di bumi ini.



                      Keduanya  adalah  satu  entitas  kosmos  yang  tidak


                      dapat  dipisahkan.  (Nasr,  1994,  pp.  26–27),  (Nasr,


                      2009, pp. 6–7).
   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22   23