Page 10 - Peduli Lingkungan dan Tanggap Bencana
P. 10
Etika lingkungan adalah berbagai prinsipmoral
lingkungan yang merupakan petunjukatau arah
perilakupraktis manusia dalam mengusahakan
terwujudnya moral lingkungan. Oleh karena itu,
dengan adanya etika lingkungan, manusia tidak hanya
mengimbangi hak dengan kewajibannya
terhadaplingkungan tetapi juga membatasi tingkah
laku dan upaya untuk mengendalikan berbagai
kegiatan agar tetap berada dalam batas kepentingan
lingkungan (Marfai, 2019).
Etika lingkungan yang merupakan kajian baru dalam
ilmu lingkungan mengalami perkembangan yang
semakin merambahpada tataran filosofis. Hudha dan
Rahardjanto membaginya ke dalam tiga kelompok,
yaitu the instrumental approach,the axiological
approach, dan the anthropological approach (Hudha &
Rahardjanto, 2018). Perumusan tentang etika
lingkungan ada yang menyebut tentang ekologi
dangkaldan dalam. Ekologidangkal berpikir
antroposentris yang maknanya lingkungan dan segala
komponennya untuk memenuhi kebutuhan manusia.
Teori antroposentrisme memandangbahwa manusia
memilikikedudukan tertinggi dibandingkan dengan
makhluk yang lain. Manusiamempunyai martabat
tertinggidi antara sesama ciptaanTuhan (Syamsuri,
2009). Sedangkan, Keraf menjelaskan bahwa
antroposentrisme memandang manusia sebagai pusat
atau titik fokus semua sistem di alam semesta (Keraf,
2014).
Ekologi dalam adalah suatu teori yang pertama kali
diperkenalkan oleh Arne Naess, seorang filsuf
Norwegia tahun 1973. Beliau dikenal sebagai salah
seorang tokoh utama gerakan deep ecology hingga
sekarang.

